Pengikut

Isnin, 31 Disember 2012

Rumusan Dunia Penulisanku (ii)

Detik menyambut 2013 semakin hampir. Justeru, sudah tidak ada banyak masa lagi untuk saya berceloteh. Kali ini saya akan membuat rumusan untuk genre cerpen pula. Sesuatu pencapaian yang amat membanggakan saya juga.

Beberapa buah media yang kebal sebelum ini sudah berjaya ditembusi. Antaranya, MINGGUAN MALAYSIA dan PELITA BAHASA. Di samping, cerpen saya juga berjaya menembusi beberapa media baharu seperti UTUSAN MELAYU MINGGUAN, DEWAN SISWA, MINGGUAN WANITA, TUNAS CIPTA, PEREMPUAN, ANIQAH dan ERA MUSLIMAH. Selain akhbar tabliod METRO PERDANA.

Pada tahun ini, sangat luar biasa. Barangkali saya tidak mampu lakukan untuk tahun-tahun mendatang. Sebanyak 40 buah cerpen saya telah tersiar. Alhamdulillah. Terima kasih Ya Allah. Terima kasih editor.

Di sini saya hendak nyatakan bahawa, cerpen yang tersiar untuk tahun ini bukan bermakna karya yang saya hasilkan pada tahun ini, sebaliknya karya itu saya tulis di awal pembabitan saya. Setelah ditolak editor terdahulu, kemudian saya murnikan semula dan hantar lagi ke media lain.

Media yang memberi ruang dan peluang kepada cerpen tersebut adalah seperti berikut:

1) Berita Minggu - 2
2) Mingguan Malaysia - 1
3) Tunas Cipta - 3
4) Pelita Bahasa - 1
5) Utusan Melayu Mingguan - 3
6) Dewan Siswa - 2
7) Harmoni - 5
8) Jelita - 4
9) Perempuan - 3
10) Mingguan Wanita - 3
11) Wanita - 2
12) Aniqah - 1
13) Era Muslimah - 2
14) Mingguan Warta Perdana - 5
15) Metro Perdana - 2

Berikut merupakan senarai cerpen saya yang pernah tersiar untuk tahun 2012 sebagai rujukan:

Judul : Nakhoda di Laut Merah
Tahun : Januari 2012
Media : Jelita

Judul : Dunia Baru Adik
Tahun : 1-15 Januari 2012
Media : Harmoni

Judul : Sepucuk Warkah
Tahun : 8 Januari 2012
Media : Mingguan Warta Perdana

Judul : Jangan Bersedih
Tahun : Januari 2012
Media : Dewan Siswa

Judul : Rombongan Masuk Jawi
Tahun : 6 Februari 2012 - 13 Februari 2012
Media : Utusan Melayu Mingguan

Judul : Piala Penentuan
Tahun : 1-15 Mac 2012
Media : Harmoni

Judul : Pekasam Siti Rubaiyah Terbang ke London
Tahun : Mac 2012
Media : Jelita

Judul : Pusaka Tanpa Nilai
Tahun : Mac 2012
Media : Aniqah

Judul : Seketul Hati Seorang Datuk
Tahun : 5 Mac 2012 - 12 Mac 2012
Media : Utusan Melayu Mingguan

Judul : Adiwira Selat Melaka
Tahun : Mac 2012
Media : Tunas Cipta

Judul : Tulang Pekasam
Tahun : 18 Mac 2012
Media : Mingguan Warta Perdana

Judul : Setitis Kasih Semarak Budi
Tahun : April 2012
Media : Dewan Siswa

Judul : Hanya Geran
Tahun : 8 April 2012
Media : Mingguan Malaysia

Judul : Perempuan Di Persimpangan
Tahun : 15 April 2012
Media : Mingguan Warta Perdana

Judul : Cikgu
Tahun : Mei 2012
Media : Wanita

Judul : Harum Pandan Bunga Rampai
Tahun : 20-26 April 2012
Media : Mingguan Wanita

Judul : Pulut Durian Santan Kelapa
Tahun : 6 Mei 2012
Media : Berita Minggu

Judul : Kerana Bukan Cita-cita
Tahun : Jun 2012
Media : Jelita

Judul : Mencari Natrah
Tahun : 1-15 Jun 2012
Media : Harmoni

Judul : Pelenggar di Bawah Pokok
Tahun : Jun 2012
Media : Metro Perdana

Judul : Seriosa Kuih Raya Chef
Tahun : 15-30 Jun 2012
Media : Harmoni

Judul : Dangai Ramadan
Tahun : Julai 2012
Media : Wanita

Judul : Rahsiaku Kini Milikmu
Tahun : 29 Jun - 5 Julai 2012
Media : Mingguan Wanita

Judul : Seri Muka Ramadan
Tahun : Julai 2012
Media : Jelita

Judul : Memerdekakan Ramadan
Tahun : 15-30 Julai 2012
Media : Harmoni

Judul : Mabuk Cinta Keladi
Tahun : Julai 2012 (Bil 263)
Media : Perempuan

Judul : Ketupat Palas Nasi Himpit
Tahun : Ogos 2012
Media : Era Muslimah

Judul : Tragedi Suara di Bukit Sampah
Tahun : Ogos 2012 (Bil 264)
Media : Perempuan

Judul : Semanis Gadis Berbaju Kurung
Tahun : 31 Ogos - 6 September 2012
Media : Mingguan Wanita

Judul : Kompang PM
Tahun : 30 September 2012
Media : Mingguan Warta Perdana

Judul : Rafak Sembah Bidan Angsana
Tahun : Oktober 2012
Media : Jelita

Judul : Tentang Waris
Tahun : Oktober 2012
Media : Tunas Cipta

Judul : Pesona Wasangka
Tahun : Oktober 2012 (Bil 265)
Media : Perempuan

Judul : Muhammad Al Islam
Tahun : 28 Oktober 2012
Media : BH Ahad

Judul : Peah Aku Mahu Pulang
Tahun : November 2012
Media : Tunas Cipta

Judul : Bendang Serelung
Tahun : 11 November 2012
Media : Mingguan Warta Perdana

Judul : Korban 10 Zulhijjah
Tahun : November 2012
Media : Era Muslimah

Judul : Saham Anak Dara
Tahun : November 2012
Media : Metro Perdana

Judul : Isteri Seorang Pesawah
Tahun : 3 - 10 Disember 2012
Media : Utusan Melayu Mingguan

Judul : Kenduri di Kampung Pisang
Tahun : Disember 2012
Media : Pelita Bahasa

Ada antara cerpen-cerpen ini telah saya masukkan dalam manuskrip kumpulan cerpen remaja saya "TETAMU ISTIMEWA". Doakan manuskrip ini dapat menemui pembaca semua pada tahun 2013 nanti.

Rumusan Dunia Penulisanku (i)

Alhamdulillah, hari ini kita sudah melangkah ke tarikh 30 Disember 2012. Tinggal sehari sahaja lagi, kita akan melangkah ke tahun baharu 2013. Pasti ramai yang sudah mencongak azam baharu pada tahun depan. Namun, sebelum kita memasang azam untuk tahun mendatang, sudahkah azam tahun ini telah tercapai?

Saya melihat dalam dunia penulisan pada tahun 2012 paling membanggakan saya. Saya tidak menjangka sama sekali. Ternyata apa yang saya rancang dan tetapkan di luar dugaan saya setelah pencapaian yang saya kecapi amat manis untuk dikenang. Terima kasih Ya Allah.

Oleh itu, saya akan membuat rumusan serba sedikit sepanjang tahun 2012 ini. Untuk itu saya mulakan dengan karya puisi. Di awal tahun saya telah menetapkan sekurang-kurangnya puisi saya mesti tersiar sekitar 20 buah. Alhamdulillah, jika ada yang mengikuti perkembangan penulisan saya pasti sedar bahawa 36 buah puisi saya telah berjaya menembusi beberapa buah media cetak seperti yang saya catatkan di blog saya ini. Boleh dikatakan setiap bulan sekurang-kurangnya sebuah puisi saya akan tersiar sama ada di surat khabar mahupun majalah.

Pada tahun ini puisi saya mendapat tempat di:

1) Berita Minggu - 5
2) Mingguan Malaysia - 2
3) Tunas Cipta - 3
4) Dewan Sastera - 1
5) Pelita Bahasa - 1
6) Dewan Siswa - 3
7) Jendela Utara - 2
6) Harian Metro - 3
7) Jelita - 4
8) Wanita - 2
9) Perempuan - 3
10) Mingguan Warta Perdana - 1
11) Media Terkini - 6

Pencapaian yang paling diingat sampai bila-bila sudah tentulah puisi yang berjudul Musim Tengkujuh yang telah berjaya menembusi tembok kebal DEWAN SASTERA. Selain itu, Buat pertama kalinya, puisi saya juga berjaya menembusi MINGGUAN MALAYSIA, PELITA BAHASA,  JENDELA UTARA dan WANITA. Di samping akhbar tabloid MINGGUAN WARTA PERDANA dan MEDIA TERKINI.

Ya, saya akui saya bukanlah penyair yang hebat untuk menulis puisi, namun Insya-Allah untuk karya akan datang saya akan cuba perbaiki mutu puisi saya. Di sini saya perturunkan kesemua puisi beserta tarikh dan medianya. Selepas ini akan saya padamkan senarai puisi yang tersiar pada tahun 2012, di sebelah.


Judul : Setelah Tiket di Tangan
Tahun : Januari 2012 (Bil 258)
Media : Perempuan

Judul : Derhaka Si Tanggang
Tahun : 29 Januari 2012
Media : Berita Minggu

Judul : Jangan Tidak Pernah Bersyukur
Tahun : Februari 2012
Media : Jelita

Judul : Di Kampung Di Kota
Tahun : 5 Februari 2012
Media : Berita Minggu

Judul : Mempertaruhkan Nasib
Tahun : Mac 2012
Media : Dewan Siswa

Judul : Aku Ibarat Pohon Bakau di Tebing Sungai
Tahun : Mac 2012 (Bil 260)
Media : Perempuan

Judul : Mari Kita Luruskan Saf
Tahun : 18 Mac 2012
Media : Berita Minggu

Judul : Gurindam Membaca
Tahun : 25 Mac 2012
Media : Berita Minggu

Judul : Kita Saksikan
Tahun : 25 Mac 2012
Media : Mingguan Malaysia

Judul : Perempuan Tanpa Mahkota
Tahun : April 2012
Media : Wanita

Judul : Azizi Sasterawan Rakyat
Tahun : April 2012
Media : Jendela Utara

Judul : Fatimah Bunga Hatiku
Tahun : 8 Mei 2012
Media : Harian Metro

Judul : Cinta Fatamorgana
Tahun : 15-30 Mei 2012
Media : Media Terkini

Judul : Bacakan Kami Sebidang Ilmu
Tahun : 29 Mei 2012
Media : Harian Metro

Judul : Selamat Pagi Cikgu
Tahun : 3 Jun 2012
Media : Mingguan Warta Perdana

Judul : Tumpahnya Keringat Ayahku
Tahun : Jun 2012
Media : Jelita

Judul : Musim Tengkujuh
Tahun : Jun 2012
Media : Dewan Sastera

Judul : Janji Menjadi Sumpah
Tahun : Jun 2012
Media : Tunas Cipta

Judul : Memeta Kegemilangan Bahasa
Tahun : Jun 2012
Media : Pelita Bahasa

Judul : Kiriman SMS
Tahun : 15-30 Jun 2012
Media : Media Terkini

Judul : Gelas Perpaduan
Tahun : 10 Jun 2012
Media : Berita Minggu

Judul : Lelaki yang Bermain Pisau Cukur
Tahun : 15-30 Julai 2012
Media : Media Terkini

Judul : Mampirlah Ya Ramadan
Tahun : Julai 2012
Media : Jelita
  
Judul : Memuji Kebesaran-Nya
Tahun : Ogos 2012
Media : Wanita

Judul : Bunga Keamanan
Tahun : Ogos 2012
Media : Tunas Cipta

Judul : Sesaat Bersama
Tahun : 29 Julai 2012
Media : Mingguan Malaysia

Judul : Ramadan Bersayap Putih
Tahun : 14 Ogos 2012
Media : Harian Metro

Judul : Nyawa yang Sekeping
Tahun : Ogos 2012 (Bil 264)
Media : Perempuan

Judul : Mahasiswa
Tahun : Ogos 2012
Media : Dewan Siswa

Judul : Ziarah Terusan Wan Mat Saman
Tahun : Ogos 2012
Media : Jendela Utara

Judul : Di Pagi Bening Di Tangga Aidilfitri
Tahun : 1 September 2012
Media : Media Terkini

Judul : Dirgahayu Pemimpin Rakyat
Tahun : September 2012
Media : Jelita
  
Judul : Kita Anak Muda
Tahun : Oktober 2012
Media : Dewan Siswa

Judul : Mawar yang Terkurung
Tahun : 1 November 2012
Media : Media Terkini

Judul : Korban Atlet
Tahun : November 2012
Media : Tunas Cipta

Judul : Remaja dan Piala Keseronokan
Tahun : 15 Disember 2012
Media : Media Terkini

Pertama kai juga saya menyertai sayembara menulis puisi. Alhamdulillah, puisi saya telah memenangi hadiah sagu hati, Sayembara Menulis Cerpen dan Puisi anjuran ASASI dan dimuatkan dalam antologi LAYANG_LAYANG IMPIAN

*Kenapalah dengan blog saya ini. Rasanya sudah diserang virus ke? Kenapa follower saya tidak dapat dilihat. Logo 'B' sudah seperti pudar dan kurang jelas. 

Ahad, 30 Disember 2012

Selamat Tiba ke Destinasi

Alhamdulillah, saya selamat tiba di rumah semalam pada pukul 7.30 petang. Dari Alor Setar mengikut masa yang tercatat pada tiket 8.45 pagi, tetapi bas bertolak pada pukul 9.30 pagi. Kemudian, mengutip orang di stesen Guar, Gurun dan Sungai Petani.

Setelah sampai di Sungai Petani, orang yang ditugaskan di sana meminta kami turun kerananya bas yang kami naiki itu dikatakan akan ke Ipoh. Astaghfirullah, apa semua ini?

Setelah seorang penumpang membuat 'bising' barulah kami diarahkan semula untuk menaiki bas tersebut. Dari perjalanan Sungai Petani ke suatu hentian, hanya yang berada di dalam bas itu 7 orang termasuk pemandu dan pembantunya. Rasanya mencatat sejarah juga, bas yang saya naiki tidak penuh.

Setelah itu sampai di Pudu Sentral saya bergegas ke Kedai Buku 1 Malaysia. Ingatkan hendak membeli buku terbaru terbitan ITBM, tetapi tidak ada. Hampalah juga. Namun, saya sempat membeli novel Salmi Maja-SAYANG USTAZAH SAYANG dan kumpulan cerpen Hafizul Osman-DIA SEORANG GEISHA.


*Mesyuarat pertama untuk sesi 2013 sudahpun selesai tadi. Menanti pula pada 31 Disember 2012 sesi pendaftaran dan orientasi.

Khamis, 27 Disember 2012

Berikan Aku Ruang Baharu

Berikan aku ruang baharu! Barangkali kalau buku-buku di rak buku lama saya boleh bercakap, mereka ini akan melaung begitu. Rak buku lama saya sudah sendat benar.

Akhirnya, saya membuat keputusan untuk membeli rak buku baharu. Saya berikan ruang kebebasan kepada buku-buku saya untuk merasai erti kebebasan dan keluwasan ruang itu sendiri.

Walau bagaimanapun, lihatlah! Inilah rak buku baharu saya. Sekali susun, sudah hampir penuh. Jadi dengan bertambahnya rak buku baharu saya ini, di dalam bilik saya sudah ada 3 buah rak buku.

Setelah saya memberi ruang kepada buku-buku saya, nampaknya saya pula yang tersepit. Ruang bilik saya semakin mengecil. Namun, saya rela berkorban.

Impian dan Harapan 2013


Alhamdulillah setelah tiga bulan lebih saya menyusun manuskrip kumpulan cerpen remaja ini, akhirnya siap. Dan telah dihantar kepada pihak penerbitan untuk proses penilaian sebelum diterbitkan.

Rupanya susah juga hendak menyusun manuskrip kumpulan cerpen. Saya terpaksa memeriksa semula karya dalam bentuk soft copy dan karya yang telah disiarkan secara bercetak. Barangkali ada pemenggalan perenggan dan penambahbaikan. Cerpen yang terkandung dalam manuskrip ini semuanya pernah disiarkan secara eceran. Saya terpaksa memilih sejumlah cerpen yang pernah tersiar dan memilih cerpen yang sesuai untuk remaja. Sesi pemilihan ini ternyata amat rumit.

Sudah tentulan impian dan harapan pada tahun 2013 lebih mendebarkan. Walau bagaimanapun, manuskrip ini perlu melepasi proses penilaian dahulu. Jadi, saya hanya mampu berdoa agar manuskrip ini mampu memikat hati penilai tersebut.

Saya tidak mahu bercerita panjang tentang manuskrip ini. Kata penerbit tersebut, mereka telah menerima manuskrip saya dan akan disusuli dengan surat penerimaan manuskrip dalam tempoh masa terdekat.

Kepada rakan-rakan yang bertanya, saya mengucapkan terima kasih. Tidak ketinggalan juga beberapa rakan penulis yang sudi berkongsi maklumat dan menitipkan semangat. Siapalah saya tanpa anda semua. Apalah guna manuskrip ini jika tidak ada pembaca yang ingin membaca.

Sekian.

Isnin, 24 Disember 2012

Ulasan Cerpen: Emosi Sebagai Tenaga Penggerak Cerita


Sesiapa pun pasti mengalukan sesiapa pun  untuk memberi ulasan kepada karya yang telah dihasilkan dengan tujuan karya itu akan diperbaiki malah untuk penghasilan karya seterusnya bertambah baik dari yang sebelumnya. 


Saya berasa berbesar hati apabila cerpen PEAH AKU MAHU PULANG telah diulas oleh seorang penulis yang begitu hebat dan saya kagumi, iaitu S.M. ZAKIR. Beruntunglah kepada penulis yang karyanya (cerpen) tersiar di TUNAS CIPTA.


Selain tersiar, setiap cerpen yang tersiar akan diulas oleh S.M. ZAKIR. Begitulah cerpen PEAH AKU MAHU PULANG. Saya berasakan ulasan cerpen ini lebih baik dan membugarkan bunga ceria di hati berbanding ulasan cerpen ADIWIRA SELAT MELAKA.

Ucapan terima kasih kepada S.M. ZAKIR. Akan saya perbaiki lagi untuk cerpen mendatang.

Ahad, 23 Disember 2012

Majlis Penyampaian HSPM 2010/2011


Majlis Penyampaian Hadiah Sastera Perdana Malaysia 2010/2011
Tarikh: 28 Dis 2012 (Jumaat)
Masa : 3.00 petang
Tempat: Grand Ballroom, Hotel Hilton, Kuala Lumpur
Disempurnakan oleh: YAB Tan Sri Dato' Haji Muhyiddin bin Haji Mohd. Yassin -Timbalan Perdana Menteri Malaysia

Sewaktu saya melayari laman sesawang DBP terjumpalah berita ini. Saat penantian saya untuk mengetahui bilakah tarikh penyampaiannya dan siapakah pemenangnya telah reda sedikit. 

Sebenarnya saya ada juga menghantar penyertaan. Tidak tahulah mengapa ketika itu saya seberani itu. Saya fikir, hendak mencuba. Barangkali bukan rezeki saya lagi untuk naik ke pentas ini. 

Jadi tahniah kepada pemenang. 

Khamis, 20 Disember 2012

Cerpen: Kenduri di Kampung Pisang di Pelita Bahasa



Alhamdulillah, setelah mencuba berkali-kali akhirnya cerpen saya terpilih juga untuk disiarkan di PELITA BAHASA, Disember 2012. Terima kasih kepada editornya yang tidak jemu-jemu melayan karya saya setiap bulan.

Cerpen ini saya tulis sekitar awal tahun ini. Nampaknya, rezekinya tersiar penutup akhir tahun. Semuanya secara kebetulan.

KENDURI DI KAMPUNG PISANG menceritakan peristiwa kenduri yang berlaku dalam kampung itu. Dalam cerpen ini saya cuba masukkan unsur budaya, kemasyarakatan dan persembahan tradisional ghazal (walaupun ada sedikit yang dipenggal).

Menerusi watak Pak Chin, Wan Munah, Tong Ngong dan Cik Pon masing-masing menghadirkan kejutan untuk pembaca. Sudilah menikmati KENDURI DI KAMPUNG PISANG.

*Masih berbaki lebih kurang 2 minggu. Saya masih menaruh harapan agar masih ada karya saya yang diterima. Harapan itu sudah tentulah bersandarkan pada surat khabar.

Selasa, 18 Disember 2012

Jalan-jalan Cari Buku Lagi


Sewaktu saya ke Pulau Pinang dua tiga hari lepas, saya telah berpeluang ke CowRasta, kedai buku terpakai dan lama. Ini kali pertama saya ke sana. Terdapat beberapa buah kedai yang beroperasi. Selepas mencari, menyelongkar saya terjumpa dengan buku-buku ini.

1) Masitah (kumpulan cerpen) - Mawar Shafei
2) Iman Markisa - Aminah Mokhtar
3) Jangan Kau Menangis (antologi HSKU 2002)
4) Merdekakan Cinta - Aminah Mokhtar
5) Wi & Wiliam - Azizi Hj Abdullah
6) Cerpen (kumpulan cerpen) - Nadia Khan

Kalau ke sini perlu menajamkan mata. Jika bernasib baik terjumpalah buku yang anda tidak menyangka akan berjumpa di situ. Walau bagaimanapun, buku bacaan dalam bahasa Inggeris banyak juga di sana. Jadi kepada pencinta buku, kalau ke Pulau Pinang jangan lepaskan peluang ke sini.

Isnin, 17 Disember 2012

Antologi Layang-Layang Impian, ASASI 2012

Akhirnya, antologi cerpen dan puisi pemenang sayembara menulis cerpen dan puisi anjuran ASASI berjaya diterbitkan. Terlebih dahulu saya ingin mengucapkan terima kasih kepada saudara Wadiasofi Jaafar atas bantuannya, saya memperoleh antologi ini. Masih panas.

Antologi ini telah dilancarkan bersama tiga buah karya penulis Kedah yang lain seperti yang saya maklumkan sebelum ini. Karya-karya yang dimuatkan dalam antologi ini juga dibicarakan pada suatu majlis yang telah diadakan. Tahniah kepada semua.

*Saya baru saja pulang dari menghadiri kenduri kahwin rakan di Pulau Pinang. Lebih kurang tiga hari saya di sana. Jadi hari ini terus mengemaskini blog.

Khamis, 13 Disember 2012

Dapatkan Majalah Terbitan DBP Disember 2012 di Pasaran


Kepada pembaca yang budiman semua, jika ada sesiapa yang mengalami masalah untuk mencari majalah terbitan DBP di sekitar Alor Setar  bolehlah ke TOKO BUKU CAHAYA BARU, Jalan Langgar, Alor Setar, Kedah.

Untuk memudahkan lagi, boleh hubungi mereka; 04 7338862.

Majalah untuk bulan Disember 2012 seperti Dewan Sastera, Dewan Masyarakat, Dewan Budaya, Dewan Kosmik, Dewan Bahasa, Dewan Siswa, Tunas Cipta, Pelita Bahasa dan Dewan Pelajar telah pun berada di sana sejak 9 haribulan lagi. Cepat sebelum habis.





*Kredit gambar dari portal DBP

Namun, majalah langganan saya masih belum sampai. Alangkah baiknya, kalau majalah langganan itu sampai seawal bulan. Barulah ada hak ekslusif kepada pelanggan yang melanggan. Jika tidak lebih elok beli saja di kedai. Cepat.

Selasa, 11 Disember 2012

Ulasan Buku: Kisah Hantu yang Bukan Hantu di Mingguan Malaysia



Setelah mencuba pelbagai genre penulisan, saya harus berani mencuba genre ulasan buku pula. Bak kata seorang penulis yang saya kagumi, "sekali kita mengaku seorang penulis, kita perlulah mencuba sesuatu genre yang belum pernah kita cuba."

Ulasan buku ini berjudul KISAH HANTU YANG BUKAN HANTU. Bukan tajuk asal seperti yang dicadangkan. Ulasan ini saya kira pendek dan kurang puas jika dibaca oleh pembaca. Sepertinya, ada ketergantungan. Namun, saya harus reda setelah ulasan saya itu dipenggal sebegitu rupa. Barangkali keterbatan ruang menyebabkan ulasan saya itu disunting begitu. Tidaklah menjejaskan ulasan secara keseluruhan tetapi alangkah baiknya lagi jika disiarkan secara menyeluruh.

Walau bagaimanapun saya perlu berterima kasih kepada editor yang mengendalikan ruangan ini kerana memberi peluang kepada saya. Selepas ini, insyaallah akan saya usulkan ulasan buku yang lain pula.

Jika ditanya kerana apa saya menulis ulasan buku GUNTING karya MARSLI N.O ini saya akan katakan bahawa semangat buku itu telah merasuk saya untuk menulisnya. Saya sangat berpuas hati membaca kumpulan cerpen ini hingga saya terus memburu karya beliau yang lainnya.

Tahniah kepada MARSLI N.O.

Ahad, 9 Disember 2012

Jemputan dari ASASI

kredit gambar dari FreeFoto.com

Saya menerima kiriman emel dari Tuan Zaidin Abadi dan ASASI berupa jemputan ke PROGRAM BICARA KARYA DAN DIALOG PUNCAK ASASI 2012. Sudah tentu berita gembira ini ditunggu-tunggu oleh saya. Kerananya salah sebuah karya yang dibicara adalah LAYANG-LAYANG IMPIAN. LLM merupakan antologi pemenang SAYEMBARA MENULIS CERPEN DAN PUISI ASASI yang pernah saya sertai. 

Saya kira berita kemenangan ini telah saya kongsikan di sini. Saya telah memenangi tempat kedua dengan judul cerpen AKHIR SEBUAH DOA dan saguhati puisi dengan judul LAYANG-LAYANG IMPIAN. Nampaknya, judul puisi saya telah diangkat menjadi judul antologi tersebut. 

Rasanya saya tidak dapat pergi ke program ini. Kerana pada tarikh tersebut saya tidak berada di KEDAH. Harus bagaimana saya hendak lakukan. Saya juga berasa kecewa.

Inilah bahagian petikan surat tersebut:

PROGRAM BICARA KARYA DAN DIALOG PUNCAK ASASI 2012

Dengan segala hormatnya saudara dijemput menghadiri program seperti di atas yang akan berlangsung seperti berikut:

Tarikh             :     13 – 14 Disember 2012 (Khamis & Jumaat)
Tempat           :      Hotel New Region, Jalan Sultan Badlishah, Alor Setar, Kedah
Masa               :      Rujuk atur cara majlis seperti dilampirkan.

Program Bicara Karya akan melibatkan pembicaraan ke atas tiga buah buku terbitan Dewan Bahasa dan Pustaka iaitu ‘Anak Primadona’ karya Osman Ayob, ‘Kiniraru’ karya Amelia Hashim, ‘Jogoshimo’ karya sdr Mahizan serta ‘Layang-layang Impian’ selenggaraan Zaidin Abadi diterbitkan oleh ASASI.

*Tak sabar rasanya hendak melihat kulit antologi tersebut.

Sabtu, 8 Disember 2012

Anda harus Tolong Saya: Dokumentasikan Khazanah Ini


Apa yang boleh saya katakan dan apa pula yang bakal anda katakan saya tetap optimis bahawa saya tidak gila. Saya juga bukan pemungut sampah. Apatah lagi untuk saya jadikan bilik saya sebagai gudang pengumpulan sampah. Atau dengan bahasa mudahnya tempat kitar semula. 

Jauh sekali untuk saya membuang dan membakar khazanah ilmu ini. Saya telah mengumpulnya sebelum saya menulis lagi. Jadi khazanah ini telah menjadi sebahagian pusaka yang akan saya warisi kepada sesiapa yang berkehendakan. 

Walau bagaimanapun, saya terpaksa menjerit meminta tolong daripada anda semua. Harus bagaimanakah untuk saya menguruskan khazanah ini semua? Setelah cara dan kaedah yang telah saya gunakan sudah tidak berkesan lagi. 

Sebelum ini saya mengunting dan menampalnya dalam buku lukisan. Kemudian, saya susun di rak buku. Kini, surat khabar yang mengandungi sejumlah karya penulis tempatan sudah menimbun dalam bilik saya. Bayangkan pada hari ahad saya akan membeli Berita Minggu dan Mingguan Malaysia, kemudian, hari isnin- Utusan Melayu Mingguan, hari selasa - Metro, hari jumaat, saya akan menyimpan ruangan Dunia Buku. Itu belum lagi dicampurkan dengan akhbar tabloid yang lain. Makin menimbun dan menimbun. 

Barangkali sejumlah penulis ini juga tidak memiliki salinan asal seperti yang berada dalam tangan saya. Itulah, mungkin suatu hari nanti, saya akan menjadi kaya raya dengan melelong salinan karya ini kepada sejumlah pembaca mahupun penulisnya sendiri dengan harga berlipat kali ganda. Segala-galanya mungkin berlaku. 

Saya tidak nafikan, daripada sejumlah karya inilah telah menyuntik semangat kepada saya untuk menulis.

Cerpen Sebidang Tilam oleh Rahman CM (allahyarham)

Cerpen Pengukir Arca (Zaharah Nawawi-sudah lama tidak dengar cerita)

Ruangan Dunia Buku yang berada dalam koleksi saya

Saya telah dokumentasikan sebahagian karya tersebut 
dalam  koleksi buku lukisan ini

Sekiranya, jawapan yang berada dalam kerangka minda anda "bakar" atau gunakan untuk membalut belacan, saya fikir lebih baik kiranya anda menghapuskan lamunan anda itu bahawa anda tidak pernah membaca entri ini. 

Khamis, 6 Disember 2012

Cerpen: Isteri Seorang Pesawah di Utusan Melayu Mingguan



Alhamdulillah, saya kira dengan tersiar cerpen ISTERI SEORANG PESAWAH ini menjadi hadiah terindah sempena menyambut hari lahir saya. Cerpen ini saya tukangi sekitar tahun 2009-2010. Agak lama sebelum dimurnikan semula dan dihantar ke UTUSAN MELAYU MINGGUAN. Terima kasih kepada editor yang mengendalikan ruangan sastera tersebut. Cerpen ini juga telah membuka gelanggang karya untuk bulan Disember 2012. Moga masih ada karya yang lain.

Cerpen kecil ini cuma sekadar berkongsi pengalaman menjadi isteri seorang pesawah. Kepada yang bercita-cita hendak menjadi isteri seorang pesawah, bolehlah membaca cerpen ini.

Baca petikan bahagian pertama yang telah disiarkan pada 3 Disember 2012.

Sudahkah kau berfikir semasak-masaknya sebelum kau membuat pertayaan begitu kepadaku? Dan adakah keputusan itu sudah muktamat? Untuk menjadi isteri seorang pesawah tidak semudah yang kau fikirkan. Seandainya, kau fikir dengan mengahwini Fahmi kau akan memiliki hati dan dirinya sepenuhnya ternyata andaian kau itu silap. 

Untuk mengetahui kesinambungan cerpen ini, sudilah mendapatkannya pada minggu depan.

Selasa, 4 Disember 2012

Selamat Hari Lahirku

YANG LEBIH TAHU

Jika tidak ada yang mahu mengucapkan selamat hari lahir
Jika tidak ada yang mengingati tarikh penting ini 
Jika tidak ada yang sudi mengirimkan sebarang pesanan ucapan
Jika tidak ada yang menghulurkan sebarang bungkusan hadiah

Cukuplah 

Saya sendiri yang melafazkan selamat hari lahir
Seharusnya saya pindahkan penghargaan itu
Kepada seorang ibu yang telah mencipta tarikh keramat ini
Kepada seorang ayah yang telah menyambut dengan alunan azan
Kepada keluarga yang mengauli saya sejak kecil hingga dewasa
Hadiah dan ucapan itu tidak mungkin melebihi kasih sayang anda
Terima kasih dan selamat hari lahir buat diriku sendiri.

4 Disember 198_?

Mohd Helmi Ahmad
Alor Setar, Kedah

Isnin, 3 Disember 2012

Jalan-jalan Cari Buku

Apabila saya jalan-jalan di laman sesawang ITBM, terserempak pula dengan buku terbitan terkini mereka. Arg... tergoda dan terus mengidam untuk mendapatkannya. Namun, saya harus bersabar. Sukar untuk saya dapatkan buku terbitan ITBM di Alor Setar, Kedah ini. Perlu tunggu tahun depan saya kira untuk mendapatkannya. Itupun saya perlu ke Kedai Buku 1 Malaysia di Pudu Sentral. Antara buku yang menarik minat saya ialah;



1. Nyanyian Luka (kumpulan puisi) - Husna Nazri


2. Di Negeri Kalbu (kumpulan puisi) - Sutung Umar RS

3. Soya Ais Peneram Madu (kumpulan cerpen) - Shahkang


4. Pengalaman Kreatif: Merangkai Kisah Merenda Kata - Marsli N.O

Saya perhatikan usaha ITBM memberi peluang dengan menerbitkan karya sastera yang bermutu harus dipuji. Sejumlah penulis yang memilih untuk menerbitkan buku mereka di bawah ITBM bukan calang-calang juga. Tahniah kepada pihak ITBM tampil dengan kulit buku yang begitu kreatif dan memikat.

Selain, DPB saya kira pilihan terbaik untuk penulis sastera kreatif yang berkeinginan untuk menerbitkan karya mereka tidak lain tidak bukan ialah ITBM.

*Kredit gambar daripada ITBM

Jumaat, 30 November 2012

November di Hujung Julai


November di hujung julai. Esok kita akan melangkah ke Disember pula. Cepat tidak cepat itulah masa. Pernahkah anda membaca puisi ini? Saya perturunkan sebuah puisi di sini untuk sama-sama kita hayati. 

DI BULAN, KITA BERDUA

Walau tidak mungkin
kupinta waktu
menjadi beku
tetapi tetap kuingin
tiada yang berlalu
seperti saat pertama
aku mengenalmu
dan mereka, biarkan
terus menjadi kaku
memberi kita ruang
untuk saling berbagi kenal
dan tahu.

Marsli N.O
Dewan Sastera, Julai 2012

Biar apa-apa sekalipun tafsirannya, saya ingin menyatakan bahawa saya merindui di awal mula saya menceburi bidang penulisan ini. Hingga terkadang memori itu sering beradu bersama mimpi. Sayang untuk saya lepaskannya saat mentari mengejutkan lena. Namun, harus saya sedar waktu itu tidak mungkin beku untuk terus melayani kasih saya padanya. Harus bagaimana saya untuk berbagi waktu untuk saya terus mengenal dunia ini? Melainkan saya harus terus kekal berada dalam dunia ini.

Untuk kisah yang lain, pasti, saya kira para penulis sekarang ini sedang bertungkus lumus untuk menyiapkan manuskrip novel mahupun apa-apa manuskrip untuk dikirimkan untuk menyertai sayembara. Saya kira pada tahun ini ada beberapa sayembara sedang menanti. Cukuplah saya kira saya memberi sokongan kepada mereka ini. 

Bagi penulis eceran, pasti mengharapkan Disember 2012 yang bakal hadir dan pergi nanti, menyaksikan karya yang dihantar tersiar tidak kira sama ada di surat khabar ataupun majalah. 

Begitu juga dengan saya. Harapan saya Disember yang bakal menjelang membawa cahaya dan rahmat. 

*Ayuh Harimau Malaya kita baham Garunda.

Rabu, 28 November 2012

Mari Berkenalan dengan Rakan Penulis

Menjadi seorang penulis walaupun duduk berkurung dalam dunianya sendiri (bilik untuk menulis) seseorang penulis itu juga perlu bergaul dengan orang luar. Mencari rakan-rakan untuk bertukar-tukar cerita dan pandangan.

Bercerita tentang rakan penulis, sudah lama saya hendak berkenalan dengan penulis ini MOHD ADID AB RAHMAN. Seorang penulis yang cukup prolifik. Sekiranya anda menyedari, dan jika anda rajin menyelak majalah atau surat khabar pasti namanya akan jelas terpampang. Beliau terlibat dalam penulisan puisi dan pernah suatu ketika dulu menulis rencana agama.

Oleh itu, pelbagai usaha telah saya lakukan. Akhirnya, Allah mempertemukan juga saya dengan beliau walaupun secara maya, iaitu melalui e-mel. Terima kasih juga kepada IDANRADZI yang turut berusaha mempertemuka kami. Saya perturunkan di sini detik-detik perkenalan kami. Ada antaranya telah saya murnikan untuk tatapan pembaca.



"Assalamualaikum wr wb


    Alamat emel ini saya peroleh dari seorang sahabat Tuan Idanradzi, lalu saya terus menulis dalam rangka menambah rakan penulis.

    Sdr. Helmi boleh panggil saya dengan menyebut 'nama' pun tak kisah, 'ustaz' pun boleh, 'abang' pun sesuai, 'Pakcik' juga tak ada masalah. Tapi 'tuan', seolah-olah "besar sangat ke aku ni?".  Umur saya pun sudah tua. Sdr. Helmi saya tengok gambarnya masih muda belia. Masih panjang lagi waktu untuk menulis dan mempertingkat mutu penulisan. Saya minat cerpen, tapi bila menulis tak pernah jadi. Saya dalam hal ini, mahu juga belajar dengan Helmi di mana cerpen-cerpennya ada-ada saja yang terbit.Tahniah, dan teruskan usaha yang baik ini.


    Puisi saya yang sudah tersiar sudah lebih 200 buah. Saya kumpulkan dalam beberapa buah fail. Layak puisi-puisi saya hanyalah berada dalam fail bukan antologi. Satu bulan sajak saya tersiar paling kurang 3 buah.  Kalau setahun 36 buah.
    Biasanya saya tahu karya tersiar melalui telefon rakan-rakan penulis seperti Ami Masra, Ehsan Jamily, Pena Mutiara, Aladin Mohamad, Leo AWS, Mahad Abu Bakar dan lain-lain. Kadang-kadang saya ke kedai, belek-belek majalah atau akhbar yang berkenaan saja. Kena marah dengan penjual itu sudah biasa, "kalau nak baca, pergi ke perpustakaan!" ucapan begini pernah saya alami. Rasa tebal muka. Bukan belek saja, saya beli juga sebenarnya walaupun tak ada puisi saya. Begitulah nasib seorang penulis seperti saya. Dewan Sastera November 2012, saya tahu ada sajak saya tersiar adalah melalui rakan-rakan saja. Majalah tersebut belum lagi saya memilikinya.

    Saya menulis sejak 1984 hingga sekarang dan puisi pertama tersiar di RTM Angkasapuri dalam rancangan Bunga Bangsa tajuknya 'Pak Tani' jika tidak silap, kemudian rancangan Sudut Sastera di RTM Kawasan Timur (saya berasal dari Kelantan), majalah Mastika, Aktual, Al-Kiblat, Utusan Zaman,Sarina, Dian dll (semua majalah tersebut sudah mati kecuali Mastika tapi isinya sekarang dalam bentuk cerita-cerita misteri bukan ilmiah). Di samping puisi saya juga menulis artikel agama pernah tersiar di Berita Harian, Dewan Siswa, Siasah, Dewan Falsafah dan Agama (sudah mati) dll.

    Seperti Helmi, saya juga guru di SMK Selandar. Tugas guru sekarang semakin banyak, telah membataskan usaha menulis artikel agama. Sejak awal 2012 ini, saya berhenti menulis artikel agama yang memerlukan masa dan bahan rujukan. Cerpen? Bahagian ini saya angkat tangan. Rasanya Helmi lebih layak. Saya tetap menyokongnya. Teruskan, jangan persia kebolehan anugerah Allah SWT."

Inilah puisi pertama beliau yang saya baca. Ketika itu  saya menjangkakan beliau merupakan seorang pelajar sekolah kerana di akhir puisinya tertera nama sekolah. Rupa-rupanya nama sekolah tempat beliau bertugas. Puisi ini disiar sekitar tahun 2009.

PERJALANAN INI

Mawar itu leka bermain
dengan wanginya sendiri
Seperti kanak-kanak yang 
belum berdosa
Ketika pagi mengejutkan
burung-burung yang lelap
Lalu terbang tinggal dahan
Mengarahkan diri ke padang
rezeki
Sebuah kesenangan berbunga
Di sela-sela putaran hidup
Memang menjadi mimpi agung
semua orang.

Perjalanan ini
Mencari kesenangan hakiki
Bertahun-tahun
Akhirnya kutemukan
Setelah iman bertunas subur
di jiwa.

Karya,
Mohd Adid Ab Rahman
SMK Selandar, Melaka.

P/S: Emel ini telah mendapat kebenaran daripada penulis sebelum dikongsikan dengan pembaca semua. Harap, jika hendak mengopinya perlulah beritahu saya dahulu dan mengkreditkan kepada tuan punya blog.

Ahad, 25 November 2012

Surat Kepada Editor Edisi November 2012 di Dewan Sastera



Buat kali keduanya surat saya disiarkan oleh Dewan Sastera. Kali ini pada bulan November 2012. Dengan judulnya, Dewan Sastera Bertambah Interaktif. Antara intipati surat ini, saya menulis tentang editor baharu telah berjaya memimpin editorialnya untuk mengorak langkah dengan menambahbaik ruangan dalam Dewan Sastera. Antara ruangan tersebut, Emmamalia, Orasi dan Cerpen Terjemahan

Sabtu, 24 November 2012

Koleksi Buku Baharu: Kumpulan Cerpen dan Kumpulan Puisi


Pertama kali saya membaca kumpulan cerpennya-GUNTING (terbitan ITBM) saya sudah terpesona. Lantas saya berkira-kira untuk mencari kumpulan cerpennya yang lain. Cerpennya berlangsung dalam emosi yang tidak menentu. Saya tertarik dengan cerpen 'HANTU' nya. MARSLI N.O, bukanlah nama yang perlu diperkenalkan lagi dalam dunia penulisan. Sememangnya, penulis ini mempunyai pengaruhnya tersendiri. Miliki pola penulisan yang barangkali sesetengah pihak mendakwa agak keras. 

Apabila saya ke kedai buku tempoh hari, saya meneliti dari rak buku ke rak buku. Akhirnya, terjumpalah DEMI (terbitan 1998) dan MASIHKAH AKU BERMIMPI (terbitan 2012), kumpulan cerpen MARSLI N. O. Tanpa berfikir panjang saya mengambilnya untuk membeli dan meneruskan pencarian buku yang lain pula. 

Kemudian, saya juga berhasrat mencari kumpulan cerpen ROSLAN JOMEL. Penulis yang menulis tidak mengikut norma penulisan. Maksudnya, kadang-kadang watak yang dijadikan ceritanya tidak terjangkau dalam pemikiran kita. Latarnya juga kabur. Tetapi masih memiliki keistimewaannya. Setelah saya miliki SELAMAT DATANG KE MALAYWOOD, saya bercita-cita untuk mendapatkan NAMAKU EPAL KUNING. Sebelum ini berkali-kali saya hendak membelinya, tetapi ketika itu niatnya tidak kuat. Akhirnya, kumpulan cerpen ini berjaya juga menjadi koleksi saya. Biarpun penat menghabiskan SELAMAT DATANG KE MALAYWOOD belum lagi usai. Tambah-tambah setelah membaca LELAKI YANG MENETAK ANAKNYA. Kebanyakan cerpen ROSLAN JOMEL ditulis dalam kuantiti muka surat yang panjang. 

Saya pernah mendengar NISAH HARON pernah menguar-uarkan akan kumpulan puisi KASIH BONDA -KAMPUNG PAYA KAMI. Kumpulan puisi ini disekalikan dengan coretan lukisan tangan penulisnya, iaitu SITI ZAINON ISMAIL. Satu nama besar dalam dunia penulisan, khususnya berlegar dalam ketokohan seorang penulis wanita yang berjaya. Tanpa menunggu lebih lama, saya menyambutnya, kemudian terus membayar. Jika saya menunggu lebih lama, saya akan berubah fikiran.



Sewaktu saya pergi ke kedai buku tersebut, saya masih menanti majalah langganan saya sampai iaitu TUNAS CIPTA dan DEWAN SASTERA. Namun, sudah terlanjur ke kedai buku yang menjadi wakil pengedar DBP, saya menyambar DEWAN BUDAYA, PELITA BHASA, DEWAN SISWA serta MASTIKA (bukan di kedai yang sama).

Kenapa saya membeli majalah tersebut?
1. DEWAN BUDAYA- sebab saya nak baca cerpen saudara KHALIL ZAINI (GEMA PUSAKA)
2. PELITA BAHASA - sebab saya nak baca cerpen saudari NAZURAH M.K (PELANGI LUKA 
    SENJA HIBA) dan puisi NILAMSURI (PERINDU BAHASA)
3. DEWAN SISWA- sebab saya tidak dapat mengetahui karya yang tersiar pada bulan terkini. Di
    Facebook tidak ada. Di web DBP juga tidak dipaparkan.
4. MASTIKA - sebab saya nak baca artikel NUR SUHADA, ruangan MASTIKA IDOL.

Inilah tanda sokongan saya kepada rakan-rakan penulis. Tahniah kepada semua. Moga terus lestari dalam dunia penulisan.

*Novel terakhir yang saya baca ialah DERU ANGIN, WARIS PEJUANG dan RIMBA JIWA (pemenang HSKU 2011). Saya lebih banyak membaca kumpulan cerpen sejak akhir-akhir ini.

Khamis, 22 November 2012

Cerpen dan Puisi: di Tunas Cipta November 2012


Dalam sejarah penulisan saya bersama Tunas Cipta, saya kira belum pernah cerpen dan puisi saya tersiar bersama dalam satu edisi. Ternyata, edisi November 2012 menceritakannya. Saya mula menghantar karya ke Tunas Cipta bermula pada tahun 2009. Bersilih ganti sudah, editornya bertukar. 

Setelah tahun 2009, 2010 dan 2011, saya jarang menghantar cerpen ke Tunas Cipta. Namun, setelah masuk tahun 2012, saya beranikan diri untuk mencuba menghantarnya ke Tunas Cipta. Alhamdulillah, cerpen saya diterima dengan baik. Bermula dengan cerpen ADIWIRA SELAT MELAKA, TENTANG WARIS dan kini PEAH AKU MAHU PULANG

Sebenarnya, pelbagai cabaran yang saya hadapi sebelum melihat TENTANG WARIS dan PEAH AKU MAHU PULANG hendak tersiar. Rahsianya, biarlah saya simpan rapat-rapat. Masih berbaki sebuah lagi cerpen yang saya usulkan bersama PEAH AKU MAHU PULANG. Harapan saya cerpen tersebut akan mengikuti cerpen saya yang lain juga. Terima kasih editornya.(Untuk rekod, cerpen saya tersiar dua bulan berturut-turut)


Saya mengirimkan puisi KORBAN ATLET ini setelah membaca Facebook Tunas Cipta berkenaan editornya menyarankan agar penulis menghantar karya berupa menghargai semangat kesukanan ke meja editor. Jadi saya rebut peluang itu. Alhamdulillah, puisi saya terpilih. Puisi ini tersiar bersama beberapa orang penulis yang lain. Antaranya, saudara EFANDI YUSOP. Saya kira penulis muda ini mempunyai kerajinan yang tinggi dan peluang yang cerah sekiranya berdisiplin untuk terus berkarya. Tahniah juga kepada penulis yang lain. 


Tahniah kepada atlet negara. Memetik puisi KORBAN ATLET:
...
katamu-seorang atlet ialah pahlawan
sanggup berjuang mempertahankan maruah negara
daripada kecundang di tangan lawan.
Adakalanya seorang atlet tidak ubah seperti bola
yang akan disepak terajang oleh sesiapa sahaja
setelah menghadiahkan ketewasan.
... 

Selasa, 20 November 2012

Rak Buku yang Semakin Sesak


Lihatlah rak buku saya yang semakin sesak. Gambar diambil sebelum hari raya Aidiladha. Mulanya sekadar simpanan, tetapi apa salahnya saya berkongsi di sini. Berbanding sewaktu ini, rak buku ini kelihatannya tidak sebegini lagi. Kerananya apabila saya menulis, saya akan menarik segala buku yang memberi semangat kepada saya untuk berdamping di meja tulis. Walaupun sekadar hanya dibelek-belek. Itulah tabiat saya. Kemudiaannya bertimbun di atas meja, hingga sesak untuk saya melakukan kerja-kerja rujukan. 




Rak buku ini, sudah bersusun dua lapis. Ada selonggok lagi majalah yang tidak tahu hendak disusun di mana. Rasanya perlu membeli rak baharu. Sebenarnya saya tidak suka rak begini. Ruang yang direka tidak sesuai dengan ketinggian buku. Jika boleh dibuat sendiri atau ditempah alangkah lebih baik. Boleh mengikut cita rasa yang dikehendaki.


Koleksi buku yang ada di rak ini saya kumpul semenjak saya di zaman universiti lagi. Sehingga kini, alhamdulillah dalam senarai bahan bacaan yang saya buat, sudah ada kira-kira 200 buah. Kata adik saya sudah boleh dibuka mini perpustakaan. Tetapi saya sayang akan buku saya. Cara saya membelainya tidak sama dengan orang lain. Saya takut ia akan rosak. Ada di antaranya sudah dibalut. Kemudian, usaha itu tergendala. Malas. Hendak sambung kembali agak sukar.


Kalau diikutkan tidaklah banyak sangat. Tetapi saya cukup berbangga dengan koleksi ini. Jangan tanya buku yang paling saya sayang. Semestinya saya akan menjawab, semua yang berada di rak adalah buku kesayangan saya. Saya tahu apabila ada buku yang ditarik keluar oleh tangan-tangan lain. Jadi, cepat saya dapat mengesan, buku apa yang hilang. Jadi, jangan cuba-cuba hendak mengambil keluar daripada raknya, tanpa pengetahuan saya. Itu bukan amaran tetapi peringatan. 

Sebenarnya di dalam bilik saya mempunyai dua buah rak buku. Sebuah lagi saya tempatkan buku-buku persekolahan lama, fail dan buku rujukan. Rak itu juga sudah sesak.

Petang tadi saya ke kedai buku lagi. Insyaallah, akan saya ceritakan, buku apa yang telah menarik minat saya. Perbelanjaannya hampir RM 90.00. Entahlah, bila tabiat ini akan terus menghantui diri ini. 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Belong ToTetamu Istimewa | Designed All Reserved By KathyR’bain78